LELAKI DALAM PUISI




Sebaris kata terangkum dalam puisi
Seirama detak jantung yang memburu
Kita kembali bersua dalam jarak pandang  tanpa temu
Riuh debar menyalin seluruh kata yang beku di bibir

Tanpa suara, kita saling mencinta Kau dan aku, dekat ;dalam doa yang terapal manis
Pada baris pertama, telah kulekatkan namamu
Menjadi rindu dalam sekali waktu

Suara gaduh menyekat ketidakmungkinan Tapi aku tak ragu
Cintaku jelas pasti, lantas mereka bisa apa?
Dalam kegamangan, aku mencoba mencari makna
Bahwa rasamu adalah sepakat yang juga iya

Lelaki dalam puisi
Ruang kata sesak tanpamu
Senja kali ini aku mengeja satu nama
Semoga tak salah, agar cintaku tak kalah
Lagi, aku ingin menepi
Merayu Tuhan agar tak menghukumku

*Little Kris
Diberdayakan oleh Blogger.